Ultidash!

Hai! Aku mau berbagi extension/ektensi keren dan mudah dipasang buat browser Google Chrome kalian, nih. Mungkin ada yang belum familiar dengan istilah extension/ekstensi, ini nih penjelasan dari Google:

Program kecil yang menambahkan fitur baru untuk browser Anda dan mempersonalisasi pengalaman penjelajahan Anda

Nah, Ektensi yang aku bahas kali ini adalah Ultidash!

The Ultimate Productivity Dashboard

xzzs.png

Langsung lihat contoh gambar di bawah aja nih! 

ultidash

Dengan Ultidash, kita bisa membuat tampilan tab google chrome kita lebih menarik, selain itu kita juga dapat menggunakan beberapa fitur untuk mendukung produktifitas kita, seperit site blocker, concentration timer, site tracker, mail, to-do, calender, bookmarks, search, weather.

ddsds

Seperti keterangan To-Do dipojok kanan untuk daftar hal-hal yang harus kita kerjakan, fitur ini opsional, teman-teman tinggal menghubungkan akun Todoist (klik di sini untuk memasang ekstensi Todoist).

Teman-teman juga bisa mengakses bookmarks di pojok kiri atas seperti gambar berikut:

utlisahas

Dengan site blocker dan concentration timer, kamu bisa lebih fokus karena ekstensi ini akan memblokir kamu dari mengakses situs-situs tertentu. Biasanya juga kamu akan dapat ‘teguran’ seperti berikut:

sadsadaa

 

Beberapa ‘teguran’ lainnya seperti Arin, You should stop! I am not mad, I am just dissapointed. Gemes banget kan ya!

Dengan site tracker, teman-teman bisa memperhatikan jejak aktifitas berinternet.

snsaa.png

Ultidash juga dapat memperbarui latar belakang google chrome dengan gambar yang berbeda-beda, minimal setiap 30 menit, kita juga bisa menambahkan gambar sesuai keinginan sendiri. Kalimat yang tertera juga akan berubah-ubah, kita bahkan bisa menuliskan kalimat yang kita inginkan di bagian pengaturan.

Nah, untuk memasang ektensi ini mudah banget, teman-teman hanya perlu membuka situs resmi Ultidash, lalu klik Add Ultidash to Chromeselesai! Mudah banget kan? Iya banget!

Yuk, Silahkan dan selamat mencoba. 🙂

 

Terus Menjaga

Dulu, aku sering merasa bahwa cinta adalah keterikatan, sampai akhirnya aku belajar bahwa cinta yang paling baik adalah yang membuatmu tumbuh dan berkembang, cinta yang membuatmu menginginkan satu sama lain menjadi lebih baik, bahkan jika akhirnya cinta itu menuntutmu untuk melepaskan.

Tapi kadang, Tuhan barangkali punya definisi lain tentang melepaskan, mungkin hatimu akan terasa kosong dan merasa kehilangan ketika jarak tercipta, tapi nyatanya Tuhan sedang mengajarkanmu untuk belajar lebih dewasa, hingga akhirnya benang kusut diantara kalian akan saling tarik menarik, menuntun kepada satu sama lain kembali, dalam pertemuan yang lebih dewasa dan indah, kadang Tuhan hanya sedang menginginkan kamu untuk belajar menjaga, belajar menjaga hatimu terlebih dahulu sebelum separuh dari seseorang  menyatu denganmu.

Kerja alam semesta seringkali membuatmu terpana, begitupula dengan cinta yang begitu arbitrer, kadang cinta bisa begitu tarik menarik, kadang ia menguap, hilang. Maka hingga tiba masa penantian, semoga hati terus menjaga, lalu bertemu dalam kedewasaan dan pertemuan yang baik dengan kesiapan saling menjaga dan cinta yang baik.


Debar dadaku adalah separuh keinginan dan ketakutan yang saling tumpah tindih. Separuh dariku ingin memelukmu, separuh dariku ingin menjagamu dari ketergesaan hati. Diantara keduanya, sungguh hanya kebaikan yang ku harapkan untukmu, untukku, untuk kita.

Tentang Jilbab

Aku percaya bahwa setan selalu mengerjakan bagiannya untuk memanasi anak manusia agar melepas jilbab: ah munafik kamu, ah gak cocok, aneh tau, apa nanti kata teman-teman?, ah mending gak usah pakai sekalian kalau masih nanggung gini, ntar saja saat udah siap syar’i sekalian. Sebuah perang batin yang senantiasa bergejolak dalam diri.

Iya, aku tahu sudah kewajiban setiap perempuan untuk menutup aurat, tapi itulah manusia, dan segala perang batin kita dengan hal duniawi. Lalai, lupa, belum mampu dan siap. Yang sedari awal sudah tertutupi pun bisa ‘mundur’, yang berusaha mulai menutupi pun akhirnya ‘kalah’ lagi. Tapi percayalah, satu langkah selalu lebih baik, lalu menuju menjadi lebih baik.

Maka do’akanlah seseorang agar menuju ‘kesempurnaan’ dalam mengenakan jilbabnya, jangan turut mengambil bagian dari perang batin tersebut. Esok hari bisa jadi jilbabnya jauh lebih menutupi, sedangkan komentar kita yang tidak membantu hanya menyakiti. Tuhan maha membolak-balikan hati dan menerima perubahan hambanya. Tugas kita adalah mendoakan.

Niatan sekadar mengingatkanpun jangan lupa dibarengi dengan sikap Ro’fah. Jangan lupa adab menjaga perasaan oranglain. Husnudzon selalu. Bisa jadi jilbab yang belum sempurna itu pun butuh proses yang lama, maka doakanlah.

Do’akan. Cukup do’akan jika belum bisa dibarengi nasihat dengan tutur kata yang baik. Do’akan diri kita juga, karena sesungguhnya proses memperbaiki diri itu seumur hidup, lalai kerap mengikuti. Jangan menghakimi yang sedang berjuang. do’akanlah yang engkau pedulikan, dan hatimu pula.

 


*Sebuah kontemplasi, 20 Febuari 2018.

Semoga jadi pengingat dikala lalai. 

Bacaan ringan tentang sikap Ro’fah: 1, 2.

 

%d blogger menyukai ini: